Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2012

Rio Sang Sapi Petualang

Author notes: Hadiah ulang tahun untuk adik. Ulang tahun yang ke tujuh kan? Tujuh?

Di sebuah peternakan hiduplah seekor sapi bernama Rio. Setiap hari Rio hidup dalam damai, memamah biak dan bergelindingan di rumput dengan riang bersama teman-temannya sesama sapi. Tapi lama kelamaan Rio bosan dengan hidup di peternakan. Dia ingin berpetualang melihat dunia luas, seperti yang diceritakan oleh burung-burung yang sering lewat.

 

Pada suatu hari, Rio melihat pintu pagar peternakan terbuka. “Inilah kesempatanku,” pikir Rio. Maka tanpa mempedulikan peringatan teman-temannya, Rio-pun berlari menembus pintu pagar yang terbuka. Dan sesaat kemudian, Rio-pun sudah berada di alam bebas.

 

“Jadi inilah dunia luar!” Kata Rio. Segalanya terasa berbeda. Rerumputan terasa lebih manis. Matahari terasa lebih terang. Rio berjalan di tepi hutan dengan riang sambil bersenandung.

 

Pada hari berikutnya Rio tiba di hadapan sebuah kubangan air yang luas. Rio belum pernah melihat air sebanyak ini sebelumnya. Air terbanyak yang pernah dilihatnya adalah air di ember air minum peternakan.

 

“Ini pasti laut yang sering diceritakan oleh para burung!” kata Rio. Setelah menguatkan hati, Rio-pun menceburkan diri ke kubangan. Kakinya berkecipak ramai, mengayuh di air agar dia dapat mengapung dan bergerak maju. Akhirnya dia pun berhasil melewati kubangan air tersebut.

 

Rio mengeringkan dirinya dengan bangga. “Aku berhasil mengarungi lautan. Aku memang sapi petualang yang hebat!” katanya kepada dirinya sendiri sebelum beristirahat.

 

Hari selanjutnya, Rio melanjutkan perjalanan. Dia melihat mahkluk aneh yang belum pernah ditemuinya. Seekor kucing liar yang sedang santai menjilati bulu-bulunya.

 

“Mahkluk ini pasti singa yang sering diceritakan burung-burung!” katanya. Rio memandang sang mahkluk misterius dalam-dalam, sebelum melenguh sekuat tenaganya. Sang kucing yang sedang santai pun meloncat terkejut, sebelum lari terbirit-birit.

 

“Aku berhasil mengusir singa! Ini adalah petualangan terhebat yang pernah dialami sapi manapun!” katanya bangga.

 

Pada hari ketiga, Rio sudah merasa lelah dan bosan. Ternyata setelah dipikir-pikir, rumput di luar sama saja rasanya dengan rumput di peternakan. Matahari juga sama warnanya. Dia rindu teman-temannya. Dia rindu makanan di peternakan. Karena itu, Rio memutuskan untuk kembali ke peternakan tempatnya lahir dan dibesarkan.

 

Saat Rio kembali ke peternakannya, dia mendapati para sapi sedang dicekam ketakutan. Ternyata, selama tiga malam terakhir, sekelompok serigala tiada hentinya melolong dari puncak bukit. Tinggal menunggu waktu saja sampai mereka turun untuk memangsa para sapi.

 

Rio mengembik di hadapan teman-temannya dengan semangat. “Jangan putus asa!” katanya. “Sapi-pun bisa melakukan apa saja jika mau berusaha. Lihat saja aku. Aku hanya seekor sapi seperti kalian, tapi aku berhasil mengarungi lautan dan melawan singa dalam petualanganku!”

 

Sapi-sapi yang selama beberapa hari itu terus menggigil ketakutan, perlahan mulai dapat kembali berdiri tegar. Cerita Rio tentang petualangannya memberi mereka semangat dan keberanian.

 

Maka pada saat serigala pertama turun dari bukit pada malam berikutnya, para sapi telah bersiap. Begitu serigala kurus yang kurang makan itu meloncati pagar, para sapi yang dipimpin Rio segera menyeruduk. Kaing! Begitu suara sang serigala yang kaget. Serigala itu tidak menyangka kalau sapi incaran mereka kali ini akan melawan.

 

“Kami tidak takut kepada kalian!” kata para sapi. “Di sini ada Rio sang sapi petualang! Dia pernah berenang mengarungi lautan dan bertarung melawan singa!”

 

Sang serigala sebenarnya sulit percaya. Tapi buktinya, kini ada sapi yang berani melawan! Dia pun lari terbirit-birit kembali ke kelompoknya, untuk bercerita tentang kelompok sapi aneh ini. Sang pemimpin serigala memutuskan, kelompok sapi ini terlalu merepotkan untuk dimangsa! Sebaiknya mereka mencari mangsa yang lebih aman, yang tidak akan ramai-ramai menyeruduk.

 

Para serigala pun pergi meninggalkan peternakan. Para sapi-pun kembali ke kehidupan damai mereka, merumput dengan santai dan bergelindingan dengan riang gembira. Dan kini di padang rumput, Rio dikenal sebagai sebagai Rio sang sapi petualang yang pernah mengarungi lautan, melawan singa, dan menyelamatkan peternakan dari gerombolan serigala.

Iklan

Read Full Post »