Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2008

Kebanyakan orang yang kenal saya tahu kalau saya penggemar cerita-cerita cosmic horror dan nightmare fuel ala HP Lovecraft. Oke, mungkin sebagian kecil orang yang kenal saya tahu saya penggemar cerita-cerita cosmic horror dan nightmare fuel ala HP Lovecraft. Sekarang setidaknya orang yang baca post ini tahu.

Tapi… ngga ada yang bilang kalau chtulhu sudah menginvasi rusia… Langsung ke anak-anaknya (anak-anak sepertinya bahan yang cocok untuk jadi cultist. Four word: Children of the Corn).

Russian Playground

In Soviet Russia, playgrounds play on you(r mind)!

Iklan

Read Full Post »

Suburban Romance

Dengan versi yang lebih pendek di Daily Daydream

Setiap hari saat dia berangkat ke kantornya yang sepi dia duduk di halte depan toko bunga itu. Dan saat dia pulang ke kamarnya di rumah susun yang kusut itu dia melewati bunga-bunga itu kembali. Sambil termangu, di bis yang berjalan lambat dan dipenuhi asap rokok atau di halte abu-abu yang berkabut asap kendaraan, dia memandang bunga-bunga sederhana berwarna cerah yang belepotan jelaga kota.

Seberat apapun harinya dia akan tersenyum saat melewati toko itu, melihat bunga-bunga yang seakan berdiri menantang kemuraman kota dengan gagah berani. Dan sesekali dia melihat sekilas celemek putih. Atau kelebatan gaun sederhana dan rambut panjang sang floris misterius yang jarang kentara.

Bunga-bunga itu menjadi selingan yang menghibur di sela-sela kesibukannya. Bagaikan oasis melankolis penuh warna di kota tua hitam putih tempatnya tinggal. Setiap hari dia bertekad turun dari bis dan menyapa sang penjual bunga. Atau bangkit dari halte dan sekadar membeli seikat. Tapi hari berganti hari dan rencana tetap rencana. Entah kesibukan, keterlambatan, atau sekadar tak adanya keberanian. Meski sesekali dia tersenyum saat sang gadis bunga terlihat. Dan dia tahu gadis itu membalas sapaannya.

Kota terus berkembang dan dia bertambah tua. Sebelum dia sadar, toko itu telah hilang entah kemana.

Kini rambutnya sudah memutih dan dia juga sudah tidak bekerja. Kota hitam putih itu juga telah menjadi tempat baru yang nyaris tak dikenalnya lagi. Tapi sesekali dia masih naik sembarang bis, tersenyum sembari melihat ke luar jendela, dan berharap sambil bernostalgia.

Read Full Post »

Huh, sudah berapa bulan ya blog ini tidak diupdate. Saya sudah memenuhi kuota blogging dengan Daily Daydream Rumba, sih.

Meskipun menggoda, saya nggak akan menulis tentang keadaan emosional dan depresi dan segala macam itu, saya cuma ingin menulis tentang alam bawah sadar saya. Saya sudah lama merasa entah kenapa imajinasi saya tidak bekerja seperti dulu lagi. Dulu saya bisa memikirkan berbagai hal menarik dan menulis tanpa persiapan apapun. Entah apa yang mengekang pikiran saya, tapi sekarang saya hampir tidak pernah lagi memikirkan suatu ide tulisan sambil berjalan.

Tapi saya merasa di bawah sadar, imajinasi saya terus berusaha keluar. Ada sesuatu di alam sadar yang mengekang imajinasi tersebut. Sewaktu bangun tidur, saya tahu, saya ingat dalam tidur saya memikirkan berbagai ide cerita atau tulisan, tapi begitu bangun berusaha mengingat apa yang saya pikirkan dalam mimpi itu sama saja seperti berusaha menggenggam pasir. Semakin keras saya berusaha mengingat, semakin banyak yang hilang. Saya hanya bisa mendapat sebutir-dua butir pasir sekadar untuk mengingatkan saya bahwa ada ide cerita di dalam kepala, dan itu semua bukan hanya khayalan kosong bahwa saya masih bisa menulis.

Terkadang, saat saya melakukan kegiatan sehari-hari, ada sesuatu yang muncul di kepala saya. Saya nyaris berteriak, ini dia ide yang saya pikirkan sewaktu tidur, saya tahu persis sensasi ingatan ini. Tapi begitu kejamnya alam bawah sadar saya menggoda, atau begitu ketatnya kekangan alam sadar saya, sehingga begitu saya berusaha membentuk butiran ingatan itu menjadi sesuatu yang konkrit, butiran ingatan itu akan kembali menyebar, meninggalkan saya yang semakin putus asa.

Read Full Post »